Wednesday, October 21, 2015

Sistem Pengaturan Saklar Seri

SISTEM PENGATURAN SAKLAR SERI

A.  Pendahuluan 
Dalam pertemuan ini anda akan mempelajari 
cara menggambar instalasi penerangan, melalui 
diagram lokasi, diagram pengawatan, dan 
diagram kerja suatu pengaturan saklar seri 
kemudian dikombinasi dengan kotak kontak.
 Kemudian dilanjutkan dengan latihan-latihan merangkai dengan menggunakan alat
 peraga dikelas, yang diperagakan oleh dosen 
dan selanjutnya dilakukan oleh setiap 
mahasiswa. Pengaturan dasar ini berguna bagi
 anda untuk melakukan perencanaan instalasi 
listrik berdasarkan standar yang berlaku, serta
 menerapkan dalampemasangan instalasi 
penerangan listrik pada bangunan atau gedung-gedung. Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, 
mahasiswa diharapkan dapat menggambar 
diagram lokasi, diagram pengawatan, dan 
diagram kerja pengaturan saklar seri. 
Menentukan material yang digunakan.
Merangkai pengaturan saklar seri dikombinasikan dengan kotak kontak.

B.Penyajian Materi
Perancangan pengaturan penerangan senantiasa
 mengacu pada keandalan, tanpa mengabaikan 
faktor biaya yang dibutuhkan untuk menginstalasi,
 serta biaya operasinya. Salah satu contoh adalah 
jika pada suatu ruangan membutuhkan beberapa 
buah lampu untuk penerangan, maka apabila 
digunakan saklar satu arah (saklar tunggal) maka 
lampu tersebut akan ON/OFF secara bersamaan, 
dimana biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan
 instalasinya akan lebih murah jika dibandingkan 
dengan menggunakan saklar seri, tetapi biaya 
pemakaian akan lebih mahal karna penggunaan 
lampu tidak dapat diatur ON/OFF sebahagian, 
walaupun kebutuhan dapat terpenuhi dengan 
menyalakan sebahagian saja. Hal ini dapat 
diantisipasi dengan menggunakan saklar seri. 





Dasar Perancangan Instalasi Listrik




         DASAR PERANCANGAN INSTALASI   LISTRIK

A.  Pendahuluan 
 Dalam pertemuan ini Anda akan mempelajari akan pentingnya suatu 
acuan berupa standar internasional dalam 
setiap produksi barang maupun jasa, 
termasuk dalam membuat perencanaan 
instalasi listrik dan menguraikan sistem 
distribusi tegangan rendah, menggambar 
dengan benar simbol-simbol yang diterapkan di Indonesia. 
         Menjelaskan sistem distribusi tegangan
 rendah, menjelaskan pentingnya 
simbol-simbol dalam menggambar instalasi, dan
 menggambarkan dengan simbol-simbol berdasarkan standar.

B.  Penyajian
       Dalam pelajaran Gambar Teknik kita 
mengikuti standar I.S.O
(Internasional Standardization 
Organization).
Cabang dari I.S.O adalah I.E.C 
(International Electrotechnical Commission).
I.E.C. meliputi semua standarisasi 
peralatan listrik, seperti cara 
penggambaran dan kode-kode pengaman
 dalam pemasangannya. Dalam tingkat
 internasional, I.E.C. menyusun semua 
rekomendasi dalam bentuk buku, dan 
komisi-komisi nasional dari semua negara anggota
 bertanggung jawab atas pelaksanaannya. 
Karena Indonesia adalah negara anggota 
I.E.C. maka menjadi tanggung jawab kita 
untuk menggunakan dan menyesuaikan 
semua rekomendasi I.E.C. tersebut. 

1. Distribusi Tenaga Sistem TN
Sistem distribusi tegangan rendah 
AC (Alternating Current) di Indonesia
 mengalami perubahan dari 3 x 220/110V
 ke 3 x 380/220V. Oleh karena itu, pada 
bab-bab selanjutnya dari pelajaran ini, 
kita hanya berkonsentrasi pada sistem 
3 x 380/220V.

Gambar 1.1 
Distribusi Tenaga Listrik Sistem TN



Keterangan
L1 :      Line 1 (biasa disebut dengan phasa R)
L2 :      Line 2 (biasa disebut dengan phasa S)
L3 :      Line 3 (biasa disebut dengan phasa T)
N :       Neutral
PE :     Protective Earth
PEN :  Gabungan dari Protective Earth dan Neutral
Istilah-istilah asing yang tidak diterjemahkan, telah 
ditetapkan secara Internasional


     





Berapa Orang yang ada Disini Sekarang??


hit counter methods and techniques
website counter

Daftar Blog Saya

Powered By Blogger